Aku tak pernah berubah. Aku hanya belajar - Pepatah mengatakan "merubah sifat tak semudah membalikan telapak tangan". Sifat manusia sebenarnya tak bisa dirubah. Itu adalah ketetapan yang telah diberikan kepada kita. Yang bisa kita lakukan adalah belajar. Belajar untuk memaksimalkan potensi diri, menciptakan versi diri yang terbaik. Bukan hanya baik tapi juga benar.

Adakalanya Saya berpikir jikalau mesin waktu benar-benar bisa diciptakan. Saya ingin kembali ke masa lalu, bukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah Saya perbuat, namun hanya sekedar melihat sejauh mana Saya telah belajar. Belajar menuju diri yang lebih baik.

Ada satu pertanyaan yang terlontar dari salah seorang teman Saya, "kamu berubah ya sekarang, dulu aku takut sama kamu. Kayak gladiator". Aku keheranan. 'Apa iya aku berubah?', 'Lantas apa yang membuatku berubah?'. Memang Saya tidak bisa mengelak, itu apresiasi mereka terhadap sifat Saya dulu. Sekarang mereka bertanya seperti itu, bukankan itu pertanda Saya telah belajar?, bukankah Saya yang sekarang lebih baik dari Saya yang dulu?. Aah! Saya juga tidak tau. Bisa saja sekarang Saya lebih baik untuk seseorang, namun lebih buruk untuk seseorang yang lain. Setidaknya itu yang ada dibenak Saya.

Sebagai Manusia, kita diciptakan dengan bentuk yang paling baik dibandingkan dengan Makhluk lain ciptaan_Nya (QS. At-Tin : 4). Namun bukan berarti Manusia adalah Makhluk sempurna. Manusia memang diciptakan sebagai Makhluk dinamis. Ia bisa sebaik Malaikat ataupun selaknat Syaitan. Namun tetap, Manusia tidaklah sempurna!.

Ada satu hikmah dibalik ketidaksempurnaan Manusia. Yaitu adanya sebuah konsep kesempurnaan yang bisa ditanamkan sebagai prinsip hidup. Yaitu "Hari ini haruslah lebih baik dari hari kemarin". 


(Al-Ghuroba'/ngahontal.blogspot.com)