Paradoks - Kita mempunyai rumah yang lebih besar. Tapi rasa kekeluargaan yang lebih kecil.
Lebih mempunyai kenyamanan. Tapi punya sedikit waktu.
Kita mempunyai derajat/jabatan. Tapi sedikit kepedulian.
Lebih berilmu. Tapi sedikit kemampuan untuk mengambil keputusan.
Lebih mahir. Lebih banyak masalah.
Lebih banyak obat-obatan. Tapi sedikit kemampuan menjaga kesehatan.
Kita telah melangkahkan kaki di Bulan dan telah kembali ke Bumi. Tapi kita mempunyai masalah untuk sekedar berkunjung memberi salam kepada tetangga baru.
Kita mempunyai banyak komputer. Tapi mempunyai sedikit komunikasi; interaksi.
Kita telah banyak dalam kuantitas, tapi sedikit dalam kualitas.
Ini adalah zamannya fast food. Tapi cara mencerna kita lambat.
Pria jangkung. Tapi cara berpikirnya pendek.
Punya keuntungan yang 'curam'. Tapi 'dangkal' dalam membangun kerjasama.
Ini adalah waktu ketika kita melihat lebih banyak di jendela, padahal tidak ada apa-apa didalam ruangan.
(Al-Ghuroba'/ngahontal.blogspot.com)
